Archive for the Category »ARTIKEL UMUM «

Kalau kita membaca artikel ini, pastilah kita berfikir, jika Alloh dan Rosulnya melarang kita untuk memakan, atau bahkan memegang Babi sangatlah masuk akal.

Sebenarnya apa sich FLU BABI ITU ??? ini jawabnya

FLU BABI ADALAH influensa babi adalah penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus influensa tipe A. Gejala klinis penyakit ini terlihat secara mendadak, yaitu berupa batuk, dispnu, demam dan sangat lemah. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia, akan
berakibat pada kematian (FENNER et al., 1987).

Penyakit virus influensa babi pertama dikenal sejak tahun 1918, pada saat itu didunia sedang terdapat wabah penyakit influensa secara pandemik pada manusia yang menelan korban sekitar 21 juta orang meninggal dunia
(HAMPSON, 1996). Kasus tersebut terjadi pada akhir musim panas. Pada tahun yang sama dilaporkan terjadi wabah penyakit epizootik pada babi di Amerika tengah bagian utara yang mempunyai kesamaan gejala klinis dan patologi dengan influensa pada manusia.
Karena kejadian penyakit ini muncul bersamaan dengan kejadian penyakit epidemik pada manusia, maka penyakit ini disebut flu pada babi.
EPIDEMIOLOGI
Penyebaran virus influensa dari babi ke babi dapat melalui kontak moncong babi, melalui udara atau droplet. Faktor cuaca dan stres akan mempercepat penularan. Virus tidak akan tahan lama di udara terbuka. Penyakit
bisa saja bertahan lama pada babi breeder atau babi anakan.
Kekebalan maternal dapat terlihat sampai 4 bulan tetapi mungkin tidak dapat mencegah infeksi, kekebalan tersebut dapat menghalangi timbulnya kekebalan aktif.
Transmisi inter spesies dapat terjadi, sub tipe H1N1 mempunyai kesanggupan menulari antara spesies terutama babi, bebek, kalkun dan manusia, demikian juga sub tipe H3N2 yang merupakan sub tipe lain dari influensa A. H1N1, H1N2 dan H3N2 merupakan ke 3 subtipe virus influenza yang umum ditemukan
pada babi yang mewabah di Amerika Utara (WEBBY et al., 2000; ROTA et al., 2000; LANDOLT et al., 2003), tetapi pernah juga sub tipe H4N6 diisolasi dari babi yang terkena pneumonia di Canada (KARASIN et al., 2000).
Manusia dapat terkena penyakit influensa secara klinis dan menularkannya pada babi. Kasus infeksi sudah dilaporkan pada pekerja di kandang babi di Eropa dan di Amerika. Beberapa kasus infeksi juga terbukti
disebabkan oleh sero tipe asal manusia. Penyakit pada manusia umumnya terjadi pada kondisi musim dingin. Transmisi kepada babi yang dikandangkan atau hampir diruangan terbuka dapat melalui udara seperti pada
kejadian di Perancis dan beberapa wabah penyakit di Inggris. Babi sebagai karier penyakit klasik di Denmark, Jepang, Italy dan kemungkinan Inggris telah dilaporkan.
PENYEBAB
Penyebab influensa yang ditemukan pada babi, bersamaan dengan penyakit yang langsung menyerang manusia. Pertama kali, virus influensa babi diisolasi tahun 1930, sudah banyak aspek dari penyakit tersebut yang diungkapkan, antara lain meliputi tanda klinis, lesi, imunitas, transmisi, adaptasi virus terhadap hewan percobaan dan hubungan antigenik dengan virus influensa lainnya serta kejadian penyakit di alam.
Penyebab penyakit saluran pernafasan pada babi adalah virus influensa tipe A yang termasuk Famili Orthomyxoviridae. Virus ini erat kaitannya dengan penyebab swine influenza, equine influenza dan avian influenza (fowl plaque) (PALSE and YOUNG, 1992).Ukuran virus tersebut berdiameter 80- 120 nm. Selain influensa A, terdapat influensa B dan C yang juga sudah dapat diisolasi dari babi. Sedangkan 2 tipe virus influensa pada manusia adalah tipe A dan B. Kedua tipe ini diketahui sangat progresif dalam perubahan
antigenik yang sangat dramatik sekali (antigenik shift). Pergeseran antigenik tersebut sangat berhubungan dengan sifat penularan secara pandemik dan keganasan penyakit. Hal ini dapat terjadi seperti adanya genetik
reassortment antara bangsa burung dan manusia.. Ketiga tipe virus yaitu influensa A, B, C adalah virus yang mempunyai bentuk yang sama dibawah mikroskop elektron dan hanya berbeda dalam hal kekebalannya saja.
Ketiga tipe virus tersebut mempunyai RNA dengan sumbu protein dan permukaan virionnya diselubungi oleh semacam paku yang mengandung antigen haemagglutinin (H) dan enzim neuraminidase (N). Peranan
haemagglutinin adalah sebagai alat melekat virion pada sel dan menyebabkan terjadinya aglutinasi sel darah merah, sedangkan enzim neurominidase bertanggung jawab terhadap elusi, terlepasnya virus dari sel darah merah dan juga mempunyai peranan dalam melepaskan virus dari sel yang terinfeksi. Antibodi terhadap haemaglutinin berperan dalam mencegah infeksi ulang oleh virus yang mengandung haemaglutinin yang sama.
Antibodi juga terbentuk terhadap antigen neurominidase, tetapi tidak berperan dalam pencegahan infeksi.
Influensa babi yang terjadi di Amerika Serikat disebabkan oleh influensa A H1N1, sedangkan di banyak negara Eropa termasuk Inggris, Jepang dan Asia Tenggara disebabkan oleh influensa A H3N2. Banyak isolat babi
H3N2 dari Eropa yang mempunyai hubungan antigenik sangat dekat dengan A/Port Chalmers/1/73 strain asal manusia. Peristiwa rekombinan dapat terjadi, seperti H1N2 yang dilaporkan di Jepang (HAYASHI et al., 1993)
kemungkinan berasal dari rekombinasi H1N1 dan H3N2. Peristiwa semacam ini juga dilaporkan di Italy, Jepang, Hongaria, Cekoslowakia dan Perancis. BEVERIDGE (1977) melaporkan bahwa pada tahun 1935, WILSON MITH menemukan virus influensa yang dapat ditumbuhkan dengan cara menginokulasikannya pada telor ayam
berembrio umur 10 hari. Setelah diuji dalam 2 hari, cairan alantoisnya mengandung virus sebanyak 10.000 juta (1010) partikel karena virus tersebut dapat menyebabkan aglutinasi sel darah merah, maka dari kejadian tersebut dikembangkan uji HA dan HI. Teknik ini kemudian digunakan sebagai cara yang termudah untuk digunakan di laboratorium. Setelah penemuan tersebut banyak para peneliti tertarik untuk mempelajari virus influensa. Oleh sebab itu, sekarang banyak ilmu pengetahuan mengenai virus influensa telah diungkapkan dibandingkan dengan virus lainnya yang menyerang manusia. Virus influensa selain dapat ditumbuhkan dalam telur berembrio juga dapat ditumbuhkan pada sejumlah biakan jaringan (sel lestari) seperti chicken embryo fibroblast (CEF), canine kidney (CK), Madin-Darby canine kidney (MDCK), (FENNER et al., 1986).
GEJALA KLINIS
Pada kejadian wabah penyakit, masa inkubasi sering berkisar antara 1-2 hari (TAYLOR, 1989), tetapi bisa 2-7 hari dengan rata-rata 4 hari (BLOOD dan RADOSTITS, 1989). Penyakit ini menyebar sangat cepat hampir
100% babi yang rentan terkena, dan ditandai dengan apatis, sangat lemah, enggan bergerak atau bangun karena gangguan kekakuan otot dan nyeri otot, eritema pada kulit, anoreksia, demam sampai 41,8oC. Batuk sangat sering terjadi apabila penyakit cukup hebat, dibarengi dengan muntah eksudat lendir, bersin, dispnu
diikuti kemerahan pada mata dan terlihat adanya cairan mata. Biasanya sembuh secara tiba-tiba pada hari ke 5-7 setelah gejala klinis. Terjadi tingkat kematian tinggi pada anakanak babi yang dilahirkan dari induk babi yang tidak kebal dan terinfeksi pada waktu beberapa hari setelah dilahirkan. Tingkat kematian pada
babi tua umumnya rendah, apabila tidak diikuti dengan komplikasi. Total kematian babi sangat rendah, biasanya kurang dari 1%. Bergantung pada infeksi yang mengikutinya, kematian dapat mencapai 1-4% (ANON., 1991).
GEJALA KLINIS
Beberapa babi akan terlihat depresi dan terhambat pertumbuhannya. Anak-anak babi yang lahir dari induk yang terinfeksi pada saat bunting, akan terkena penyakit pada umur 2-5 hari setelah dilahirkan, sedangkan induk tetap memperlihatkan gejala klinis yang parah. Pada beberapa kelompok babi terinfeksi bisa bersifat
subklinis dan hanya dapat dideteksi dengan sero konversi. Wabah penyakit mungkin akan berhenti pada saat tertentu atau juga dapat berlanjut sampai selama 7 bulan. Wabah penyakit yang bersifat atipikal hanya
ditemukan pada beberapa hewan yang mempunyai manifestasi akut. Influensa juga akan menyebabkan abortus pada umur 3 hari sampai 3 minggu kebuntingan apabila babi terkena infeksi pada pertengahan kebuntingan kedua. Derajat konsepsi sampai dengan melahirkan selama tejadi wabah penyakit akan
menurun sampai 50% dan jumlah anak yang dilahirkan pun menurun.
Flu Babi Serang Warga AS
Los Angeles (ANTARA News) – Dua kasus misterius flu babi pada manusia telah ditemukan di wilayah Imperial dan San Diego di Southern California, AS demikian laporan Rabu.
Petugas kesehatan setempat maupun tingkat negara bagian dan federal telah melakukan penyelidikan guna menemukan sumber kasus itu, kata Los Angeles Times yang dikutip kantor berita Xinhua.
Seorang gedis yang berusia 19 tahun di Imperial County dan anak laki yang berusia 10 tahun di San Diego County diidentifikasi terserang virus tersebut.
Namun tak seorang pun perlu dirawat di rumah sakit dan keduanya telah pulih, kata surat kabar tersebut, yang mengutip beberapa pejabat kesehatan.
Kasus itu membuat bingung pejabat kesehatan karena tak seorang pasien pun telah melakukan kontak dengan babi atau satu sama lain, dan rangkaian flu tersebut tak pernah dilihat di Amerika Serikat, kata harian itu.
Beberapa pejabat mengatakan tak ada petunjuk virus tersebut menyebar. “Kita tak menghadapi wabah,” kata Dr. Wilma Wooten, pejabat kesehatan di San Diego County.
Anggota keluarga dan orang lain yang mengenal kedua pasien tersebut sedang diwawancarai dan diperiksa, kata surat kabar itu.
Meskipun penyakit tersebut biasanya mengakibatkan gangguan pernafasan pada babi, flu babi jarang menyerang manusia.
Hanya 12 kasus lain infeksi pada manusia telah dideteksi sejak 2005, demikian data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDCP). Dari ke-12 kasus tersebut, 11 pasien telah melakukan kontak dengan babi.

Category: ARTIKEL UMUM  Comments off

PANDUAN MEMBUAT PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH, SKRIPSI DAN TESIS DENGAN MUDAH, MENYENANGKAN
Penulisan karya tulis ilmiah merupakan tugas akhir seorang mahasiswa apabila ingin menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Sayangnya tidak semua mahasiswa paham, mengerti cara melakukan penelitian. Bahkan banyak mahasiswa yang memiliki nilai A pada mata kuliah metodologi penelitian, akan tetapi mengalami kesulitan pada saat dia harus menuangkan kedalam sebuah tulisan.

Tulisan yang baik tentunya tidak hanya dimengerti oleh pembuatnya akan tetapi yang lebih penting dapat menyampaikan informasi kepada pembaca apapun tingkat pendidikan dan profesinya.
Mengapa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membuat sebuah rencana penelitian? Jawabanya, penelitian bukan cuma sebuah mata kuliah yang harus dihapalkan, lebih dari itu yaitu perilaku atau tindakan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan. Mengapa pengetahuan? Pengetahuan diperlukan untuk membuat konsep atau rancangan yang abstrak atau tidak nyata, sedangkan yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan merealisasikan atau menuliskan konsep yang telah dipikirkan menjadi sebuah hurup, kata, kalimat, paragraf, bab, dan laporan.
Mengapa kedua-duanya harus ada? Apakah tidak cukup nilai yang baik pada matakuliah prasyarat sebelumnya? Jawabannya adalah pernahkah anda mengalami atau mendengar pembicaraan seorang mahasiswa yang mengalami kesulitan menuliskan kata-kata padahal menurut dia idenya sudah ada di kepala? Pernahkan anda mengalami atau melihat seorang mahasiswa yang sudah duduk didepan komputer dengan posisi siap mengetik, akan tetapi detik demi detik bahkan jam mungkin juga hari ternyata tidak satu kalimat pun yang berhasil ditulis.
Mungkin juga anda pernah mendapatkan atau mengalami sendiri, ide yang ada dikepala ternyata berbeda dengan apa yang dituliskan dikertas. Sehingga bukan hanya orang lain yang membaca, anda sendiri merasa tidak mengerti apa isi dari tulisan anda dan lebih parah lagi anda merasa tidak pernah menuliskan kalimat demi kalimat yang sedang anda baca.
Sebenarnya langkah dalam membuat rencana penelitian atau prosposal penelitian tidak ada bedanya dengan aktivitas keseharian kita. Loh kok bisa? Maksudnya begini. Coba anda bayangkan langkah-langkah yang akan anda lakukan pada saat anda akan berganti pakaian setelah anda selesai mandi pagi. Sudah barang tentu yang harus anda bayangkan adalah urutannya atau pakaian mana yang harus terlebih dahulu dipakai. Sebelum langkah tersebut pasti anda sudah menentukan pakaian yang mana yang akan dipergunakan pada hari itu. Pemilihan pakaian pasti akan anda sesuaikan dengan mau kemana anda. Kembali pada langkah memakai baju, anda akan menggunakan pakaian dalam terlebih dahulu kemudian baru pakaian yang lebih luar. Apabila anda memakai pakaian luar di bagian dalam dan pakaian dalam diluar, analisis saya adalah: itu tidak dilakukan oleh orang normal kecuali anda memang superman.
Apa hubungan antara saya menjelaskan cara menggunakan pakaian dengan proposal penelitian?. Memang tidak ada hubungan langsung kecuali anda harus berpakaian pada saat membuat proposal kalau tidak mau masuk angin…he..he.
Begini, berpakaian yang ternyata memiliki langkah-langkah, akan tetapi karena sering berpakaian sehingga kita tidak sadar bahwa urutan itu ada. Pembuatan proposal penelitian pun sama, ada langkah-langkahnya. Dengan kata lain pembuatan proposal penelitian harus dilakukan dengan sistematis. Betul, salah satu ciri sebuah karya ilmiah adalah ada unsur sistematis.
Yah…dari dulu saya juga tahu bahwa ada langkahnya… itu mungkin pernyataan yang muncul dalam benak anda pada saat menbaca ini. Bagus, kalau anda menyadarinya. Dengan demikian anda pasti mengetahui apa yang harus ada kerjakan pertama kali sebelum melakukan pekerjaan lain.
Baiklah karena kita sama-sama telah mengetahui bahwa penelitian itu membutuhkan langkah-langkah yang sistematis, maka saya akan menjelaskan dengan bahasa sederhana setiap langkah yang anda harus lewati apabila anda akan membuat suatu proposal penelitian. Serius Nih….. tadi?

Langkah Pertama: Mencari Masalah Penelitian dan pertanyaan penelitian.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh calon peneliti pada saat akan merencanakan sebuah proposal penelitian adalah mencari masalah penelitian dan pertanyaan penelitian. Bukankah judul itu lebih penting?
Kembali ke cara anda berpakaian. Bukankah langkah pertama pada saat anda berpakaian karena anda tidak berpakaian, pakaian anda kotor atau mungkin pakaian yang ada pakai tidak sesuai dengan acara yang akan diikuti. Anggaplah masalah utamanya adalah anda tidak berpakaian. Dari mana anda menyatakan masalahnya adalah tidak berpakaian?
Secara konsep, masalah adalah penyimpangan antara harapan dan kenyataan. Harapannya anda harus berpakaian apabila tidak mau menderita masuk angin, sementara pada saat itu anda tidak berpakaian sehingga kemungkinan besar anda akan masuk angin kalau tidak memakai pakaian. Dengan demikian masalah timbul yaitu anda tidak berpakaian.
Lalu hubungannya dengan pertanyaan penelitian? Setelah anda menyadari anda tidak berpakaian, maka timbul pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana kalau saya tidak berpakaian?
2. Pakaian apa yang cocok dengan saya?
3. Apa yang harus saya pertimbangkan dalam memilih pakaian?
4. Apakah ada hubungan antara berpakaian dengan masuk angin?
5. Bagaimana persepsi masyarakat jika saya tidak berpakaian?
6. Dan sebagainya..

Ternyata dari satu masalah kita mendapatkan lebih dari satu pertanyaan. Begitu pula pada saat anda mendapatkan masalah penelitian maka anda akan mendapatkan banyak sekali pertanyaan penelitian. Satu pertanyaan penelitian minimal bisa anda jadikan satu judul penelitian. Dengan demikian langkah pertama anda adalah mencari masalah penelitian.
Kemudian muncul kembali pertanyaan anda, darimana saya mendapatkan masalah penelitian?
Pada saat menemukan masalah karena tidak berpakaian maka sebenarnya anda mendapatkan itu pengetahuan sebelumnya dari:
1. Pengalaman sendiri, mungkin anda pernah masuk angin akibat tidak berpakaian.
2. Orang lain, orang lain menyatakan bahwa kalau tidak berpakaian maka anda akan masuk angin.
3. Buku, apabila anda membaca buku cara berpakaian sesuai dengan acara resmi maka anda akan memilih pakaian sesuai dengan acara tersebut.
4. Penelitian, mungkin juga anda membaca hasil penelitian orang lain bahwa ada hubungan antara tidak berpakaian dengan masuk angin.
Kaitannya dengan cara mendapatkan masalah? Masalah penelitian anda akan dapatkan dari:
1. Pengalaman sendiri, misalnya anda sebagai petugas kesehatan tentuanya anda akan mendapatkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan atau teori dengan kenyataan dan itulah masalah.
2. Orang lain, anda bergaul dengan orang lain tentunya orang yang ahli dibidangnya. Orang tersebut menyatakan ada masalah, dan anda mengambil masalah itu menjadi masalah penelitian anda.
3. Buku, tuntunan dari Allah SWT yang menyuruh kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak dapat membaca adalah Ikro, Ikro, Ikro….Baca, Baca, Baca… Bacalah dengan nama Tuhanmu. Dengan membaca anda akan mendapatkan permasalahan, jadi Bacalah…
4. Penelitian, anda dapat membaca hasil penelitian orang lain dan disana anda mendapatkan masalah yang direkomendasikan oleh peneliti. Bisa juga anda melakukan penelitian kecil (small research) terkait sebuah topik yang anda senangi dan dari sana anda akan mendapatkan masalah.

Mudahkan? He he … Alhamdulilah…

Category: ARTIKEL UMUM  2 Comments

PEMBELAJARAN/ PENGAJARAN DI KLINIK (PPK)
Pembelajaran/ Pengajaran Di Klinik adalah:
• Bentuk kegiatan pendidikan/ pengalaman belajar untuk menumbuhkan serta membina sikap dan ketrampila profesional keperawatan peserta didik dengan lingkungan belajar pada tatanan nyata

• Bentuk program pendidikan untuk mempersiapkan tenaga keperawatan profesional khususnya di lapangan

Kerangka kerja PPK
1. Kerangka konsep
2. Konsep belajar: belajar dan pengalaman, belajar dan persepsi, belajar dan pengetahuan
3. Konsep mengajar
4. Relevansi konsep belajar & mengajar dan proses pembelajaran/ pengajaan di klinik

Manfaat PPK
• Pengalaman nyata
• Sikap profesional
• Pemahaman ilmu dan masalah keperawatan
• Problem soving melalui masalah keperawatan
• Adaptasi dan penyesuaian profesional di lingkungan kerja
• Kemampuan pengelolaan keperawatan

Managemen interaksi dalam PPK
1) Aspek kolaborasi institusi pendidikan dan pelayanan
i) Kerangka tujuan (tujuan peserta didik, target ketrampilan dan situasi klinik? institusi pendidikan
ii) Fasilitas PPK: administratif (naskah kerjasama), teknisi profesional (ruang, pembimbing klinik, klien)
2) Aspek komunikasi antara pembimbing klinik dan pasien

Metode PPK
1. Metode pengalaman: penugasan klinik, pelaporan tertulis, simulasi, permainan
2. Metode pemecahan masalah: menganalisa situasi klinik, pemahaman masalah, perencanaan, penerapan pengetahuan, pemahaman nilai-nilai keyakinan
3. Konferensi/ kelompok diskusi: konferensi awal dan ahir, pear preview, issues (dampak sosial politik bagi praktek keperawatan), konferensi multidisiplinary (kolaborasi pengambilan keputusan untuk mengembangkan rencana perawatan pasien)
4. Observasi: peserta didik dapat meniru
5. Bed side teaching (peran serta klien, diskusi hal penting, tidak hanya how tapi why
6. Nursing care study: penguasaan merawat klien
7. Nursing team konferens: siswa diikutsertakan dalam pembahasan kasus oleh staf sebagai bagian dalam perencanaan keperawatan
8. Nursing round

Peran pembimbing klinik
• Change agent
• Nara sumber
• Menagemen/ pengelola: pengelola lingkungan fasilitas lahan praktek
• Mediator dan fasilitator
• Demonstrator
• evaluator
Fungsi pembimbing klinik
• Membina hubungan baik
• Terlibat dalam penemuan tim kesehatan
• Merancang magang
• Identifikasi populasi pasien untuk pembelajaran
• Mendampingi peseta didik selama praktik
• Fasilitasi proses pembelajaran, dll

Kriteria pembimbing
• Profesional dibidangnya
• Memahami askep
• Mempu mendeseminasikan
• Mempu melaksanakan fungsi pembimbing
• Kualifikasi pendidikan tinggi

Kriteria lahan praktik
• Terdaftar dan diakui pemerintah, manajemen baik
• Memberi pelayanan diagnostik, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi
• Pasien cukup (jumlah/ jenis penyakit)
• Fasilitas fisik dan alat memadai untuk kebutuhan pembelajaran

Aspek legal bagi institusi pendidikan
• Sistem pembimbingan, pengawasan dan penilaian praktik
• Rumusan tujuan praktik
• Jadwal pengelolaan praktik
• Tahapan sosialisasi/ pengenalan lapangan untuk peserta didik
• Panduan tertulis bagi peserta didik

Panduan tertulis bagi peserta didik
• Penghormati hak-hak pasien
• Pembuatan dan penggunaan dokumentasi keperawatan
• Atribut dan tanda pengenal diri
• Prosedur penjelasan, keluhan dan complain klien
• Kewaspadaan mal praktik
• Jalur komunikasi dan mekanisme bimbingan

Konferensi
1. Konferensi awal/ pre conference: persiapan, penguasaan materi, identifikasi kemampuan praktekan, perencanaan/ apa yang akan dilakukan.
2. Konferensi ahir/ post conference: apa yang akan dilakukan pada praktekan hari ini, kesenjangan, aspek positif/ negatif

Category: ARTIKEL UMUM  Comments off

Software yang akan kita bahas sekarang ialah AoA Audio Extractor yang berguna untuk mengambil file audio dari file-file ini seperti: File AVI (*.avi), File MPEG (*.mpeg, *mpg), File VCD (*.dat),File Windows Media (*.asf, *.wmv), File Quick Time (*.mov, *.qt), File Flash (*.flv) atau File MP4 / 3GP (*.mp4, *.3gp) dan kemudian bisa diubah langsung file audio tersebut menjadi file MP3, WAV atau AC3.

Ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk mengambil file audio dari file FLV (*.flv) atau file-file lain yang telah disebutkan diatas dan kemudian mengubahnya menjadi file MP3 (*.mp3).

1. Download AoA Audio Extractor (3,81 mb) dari http://www.aoamedia.com/audioextractor.exe.

2. Instal software tersebut.

3. Buka program AoA Audio Extractor yang telah Anda instal di komputer Anda.

4. Klik tombol Add Files untuk mengambil file FLV (*.flv) Anda.

5. Klik sekali pada files yang telah diambil tadi dan sekarang berada pada sebuah tabel pada tampilan software AoA Audio Extractor tersebut.

6. Pilih Output Options, yaitu pilih To MP3 untuk mengubah ke dalam bentuk MP3 (*.mp3).

7. Tentukan dimana akan menyimpan file MP3 (*.mp3) yang telah diubah pada Output Path. Anda juga boleh mengatur Audio Bitrate, Audio SampleRate dan Channel.

8. Klik sebuah kotak kosong persegi yang terdapat pada sudut kanan bawah software tersebut untuk memulai proses konversi.

Semoga bermanfaat dan bisa menggantikan software yang pertama dibahas diatas

Category: ARTIKEL UMUM  Comments off