Archive for » Juli, 2010 «


DEFINISI :

Model : gambr Deskriftif dr sebuah praktik yg bermutu yg mewakili sesuatu yang nyata.

Ada tiga komponen dasar dari praktek :

  1. Keyakinan dan nilai yang mendasari sebuah model.

  2. Tujuan praktek. —memberian pelayanan sesuai kebutuhan klien

  3. Pengetahuan dan ketrampilan.—-ut mengembangkan upaya tercapai tujuan

Macam –macam Model Konseptual (MK) keperawatan antara lain :

  1. MK Florence Nightingale`s ( 1859)—Environmental Model.
  2. MK H.E Peplau ( 1952 )—Interpersonal Relation in Nursing Model
  3. MK Virginia Hederson ( 1966)—Need Based Model
  4. MK I.J Orlando ( 1972)—The Dynamic Nurse-Patient Relationship .
  5. MK Madeleine Leinenger ( 1978)—Cultural Care Theory
  6. Mk Jean Watson ( 1979) –Theory of Nursing
  7. MK Nola Pender ( 1982)—Health Promotion Model
  8. MK Martha Rogers ( 1970)—The Science of Unitary Human Beings
  9. MK Dorothea Orem ( 1971)—Self Care Model
  10. 10 MK Imogene M. King`s (1971) — Model Sistem
  11. 11 .MK Betty Neuman ( 1972 )—Health Care System Model
  12. 12 .MK Sr. Callista Roy ( 1976)—Adaptation Model or Nursing
  13. 13. MK Dorothy Johnson (1968)—Model Sistem Tingkah Laku

Diantara model-model yang paling besar aplikasinya pada perawatan kesehatan masyarakat adalah : Model Orem, King, Roy, Neuman,Roger dan Jonhson

MODEL KONSEPTUAL DOROTHEA

OREM ( SELF CARE MODEL)

Model perawatan diri sendiri / self care —tdr dr aktivitas dimana seorang individu melakukan sesuatu utk dirinya dlm mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraan.

Kebutuhan dasar menurut

Orem :

  1. Pemeliharaan dengan cukup pengambilan udara, 2 air, 3 Makanan

  1. Pemeliharaan proses eliminasi

  2. Pemeliharaan dengan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

  3. ____sda______ antara kesendirian dengan interaksi sosial

  4. Pencegahan resiko pd kehidupan mns dan keadaan sehat manusia

  5. Perkembangan dlm klp sosial sesuai dgn potensi, pengtahuan dan keinginan

clip_image001

“ Jika permintaan Pelayanan diri lebih besar dibandingkan dengan fasilitas pelayanan diri, maka akan timbul deficit pelayanan diri “

Ada tiga macam kebutuhan self care :

  1. Universal—self care utk kebut. Fisiologis dan psikososial.
  2. Developmental— self care utk pemenuhan kebut. Perkembangannya
  3. Health Deviation—self care yg dibutuhkan saat individu mengalami penyimpangan dari keadaan sehat

Kategori bantuan self care adalah :

  1. Wholly Compensatory—Bantuan scr keseluruhan bagi klien .
  2. Partially Compensatory—Bantuan sebagian yg dibutuhkan klien
  3. Supportive Educative-–Dukungan pendidian kesehatan.

MODEL KONSEPTUAL IMOGENE M. KING ( SYSTEM MODEL)

o Komunitas mrp suatu sistem yg terdiri dari sub sistem keluarga dan supra sistemnya adalah sistem sosial yang lebih luas .

o Klg sebagai sub sistem komunitas mrp sistem terbuka dimana tjd hub. Timbal balik antara klg dgn komunitas, yg sekaligus sebagai umpan balik.

o King–Kerangka kerja konseptualnya terdiri dari tiga Sub Sistem :

1. Sistem Personal – Tdr atas konsep mengenai persepsi dirinya, pertumbuhan & Perkembangan, body image, jarak dan waktu.

2. Sistem Interpersonal—Mengenai interaksi mns, masy., transaksi, peran dan stress.

3. Sistem Sosial –-Organisasi, otoritas, kekuatan, status & pembuatan keputusan

o Tujuan akhir perawatan (King`1981) ” manusia berinteraksi dgn lingk. Yg mengantarkan pd suatu eadaan sehat bagi individu yg memiliki kemampuan ut berfungsi didlm peran-peran sosial ”

MODEL KONSEPTUAL CALLISTA

ROY (ADAPTATION MODEL )

Adl “ Bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dgn cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah perilaku mal adaptif.”

© Empat cara mengefektifkan adaptasi adalah (1) kebutuhan fisiologis, (2) konsep diri, (3) fungsi peran dan (4) saling ketergantungan .

© Proses keperawatan tdr dr : pengkajian tingkat pertama, dan kedua, identifikasi masalah, diagnosa keperawatan, menyusun prioritas, menetapkan tujuan, intervensi dan evaluasi.(Roy, 1984)

© Pengkajian tingkat pertama : tingkah laku klien pd tiap –tiap cara adaptif diobservasi dan diuraikan

© Pengkajian tingkat kedua : perawat mengidentifikasi faktor – faktor fokal, kontekstual dan residual yang mempengaruhi tingah laku klien

© Rangsangan Fokal –menimbulkan situasi seperti stress, perlukaan atau kesakitan yang mengenai individu

© Rangsangan Kontekstual faktor lain yang ada seperti pergaulan keluarga atau lingkungan keluarga.

© Rangsangan Residual – faktor yg mempengaruhi yg berasal dari latar belakang klien ;kepercayaan, sikap, pengalaman dan pembawaan .

© Kekuatan dari model ini adalah :

  1. Kebanyakan dari terminologi sudah dikenal

  2. Proses perawatan serupa dgn standart dr pengkajian s.d. evaluasi

  3. fokusnya pada tingkah laku yang adaptaif

  4. Ditekankan pada pengkajian thd kebutuhan psikososial

  5. Sudah diterapkan dalam praktik, pendidikan dan riset.

© Kekurangan dari model ini adalah :

1. Jenis adaptasi yang tumpang tindih ( konsep diri,fungsi peran saling ketergantungan)

2. Penentuan tingkah laku adaptif dan mal adaptif sangat ditentukan oleh sistem nilai yang ada.

MODEL KONSEPTUAL BETTY NEUMAN (HEALTH CARE SISTEM MODEL )

© NUEMAN memberikan penekanan pada penurunan stress dgn cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat fleksibel; normal dan resisten

© Sehat adl Suatu keseimbangan bio-psiko-sosio kultural dan spritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten

© Askep ditujukan untuk mempertahanan keseimbangan tersebut dengan fokus pada empat intervensi yaitu : Intervensi yang bersifat promosi, prevensi, kuratif dan rehabilitatif.

MODEL KONSEPTUAL IMOGENE M. KING ( SYSTEM MODEL)

o Komunitas mrp suatu sistem yg terdiri dari sub sistem keluarga dan supra sistemnya adalah sistem sosial yang lebih luas .

o Klg sebagai sub sistem komunitas mrp sistem terbuka dimana tjd hub. Timbal balik antara klg dgn komunitas, yg sekaligus sebagai umpan balik.

o King–Kerangka kerja konseptualnya terdiri dari tiga Sub Sistem :

1. Sistem Personal – Tdr atas konsep mengenai persepsi dirinya, pertumbuhan & Perkembangan, body image, jarak dan waktu.

2. Sistem Interpersonal—Mengenai interaksi mns, masy., transaksi, peran dan stress.

3. Sistem Sosial –-Organisasi, otoritas, kekuatan, status & pembuatan keputusan

o Tujuan akhir perawatan (King`1981) ” manusia berinteraksi dgn lingk. Yg mengantarkan pd suatu eadaan sehat bagi individu yg memiliki kemampuan ut berfungsi didlm peran-peran sosial

MODEL KONSEPTUAL CALLISTA

ROY (ADAPTATION MODEL )

Adl “ Bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dgn cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah perilaku mal adaptif.”

© Empat cara mengefektifkan adaptasi adalah (1) kebutuhan fisiologis, (2) konsep diri, (3) fungsi peran dan (4) saling ketergantungan .

© Proses keperawatan tdr dr : pengkajian tingkat pertama, dan kedua, identifikasi masalah, diagnosa keperawatan, menyusun prioritas, menetapkan tujuan, intervensi dan evaluasi.(Roy, 1984)

© Pengkajian tingkat pertama : tingkah laku klien pd tiap –tiap cara adaptif diobservasi dan diuraikan

© Pengkajian tingkat kedua : perawat mengidentifikasi faktor – faktor fokal, kontekstual dan residual yang mempengaruhi tingah laku klien

© Rangsangan Fokal –menimbulkan situasi seperti stress, perlukaan atau kesakitan yang mengenai individu

© Rangsangan Kontekstual faktor lain yang ada seperti pergaulan keluarga atau lingkungan keluarga.

© Rangsangan Residual – faktor yg mempengaruhi yg berasal dari latar belakang klien ;kepercayaan, sikap, pengalaman dan pembawaan .

© Kekuatan dari model ini adalah :

1. Kebanyakan dari terminologi sudah dikenal

2. Proses perawatan serupa dgn standart dari pengkajian s.d. evaluasi

3. Fokusnya pada tingkah laku yang adaptif

4. Ditekankan pada pengkajian thd kebutuhan psikososial

5. Sudah diterapkan dalam praktik, pendidikan dan riset.

© Kekurangan dari model ini adalah :

1. Jenis adaptasi yang tumpang tindih ( konsep diri, fungsi peran saling ketergantungan)

2. Penentuan tingkah laku adaptif dan mal adaptif sangat ditentukan oleh sistem nilai yg ada.

MODEL KONSEPTUAL BETTY NEUMAN (HEALTH CARE SISTEM )

© NUEMAN memberikan penekanan pada penurunan stress dgn cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat fleksibel; normal dan resisten

© Sehat adl Suatu keseimbangan bio-psiko-sosio kultural dan spritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten

© Askep ditujukan untuk mempertahanan keseimbangan tersebut dengan fokus pada empat intervensi yaitu : Intervensi yang bersifat promosi, prevensi, kuratif dan rehabilitatif.

MODEL KONSEPTUAL MARTHA ROGERS (MANUSIA SBG UNIT/KESATUAN MODEL )

© Mns mrp satu kesatuan yg utuh yg memiliki sifat dan karakter yang berbeda.

© Mns selalu berinteraksi dgn lingk. Yg saling memepengaruhi dan dipengaruhi, yg berbeda antara individu satu dgn yg lain.

© Proses kehidupan manusia berdasarkan konsep homeodinamik yg tdr dr Integritas / mns dgn lingk mrp satu kesatuan , Resonansi / mns dgn lingk seirama yg bervariasi, Helicy / interaksi mns dgn lingk akan tyerjadi perubahan baik scr perlahan maupun cepat.

© Pengkajian keluarga meliputi kategori : sub sistem individu, pola interaksi, karakteristik unik dari keseluruhan dan kesesuaian antar lingkungan.

© Kekuatan model ini adalah

1. Penekanan pada konteks total dr jagat raya

2. Penekanan pd efek lingk thd kesh. Seseorang

MODEL DOROTHY JONHSON (MODEL TINGKAH LAKU )

© Seseorang dpt dipandang sbg sebuah sistem tingkah laku seperti tubuh manusia dipandang sbg sebuah sistem biologis

© Sistem tingkah laku tdr dr tujuh subsistem ;

(1) Pencapaian, mrp tingkat pencapaian prestasi melalui ketrampilan yang kreatif

(2) Perhubungan(afiliasi), pencapaian hubungan dengan lingk yang adekuat

(3) Penyerangan(agresi), Koping terhadap ancaman di lingkungan

(4) Ketergantungan, sistem perilaku dlm medap[atkan bantuan, kedamaian, keamanan serta kepercayaan

(5) Eliminasi,pengeluaran sampah yg tdk berguna scr biologis

(6) Ingesti, sumber dlm memelihara integritas serta mencapai kesenangan pencapaian pengakuan lingk.

(7) Seksualitas, pemenuhan kebt. Dicintai dan mencintai

© Tujuan tindk kepert—Utk memperbaiki, mempertahankan, atau mencapai keseimbangan dan stabilitas sistem tingkah laku pd tingkatan setinggi mungkin pada individu.

© Variabel yg perlu diidentifikasi dari ketidakadekuatan tingkah laku a.l:

1. Insuffisiensi ( ketidakcukupan)—-menandakan sub sistem tidak berFX

2. DisCrepancy ( Ketidaksesuaian) –TL tdk mencapai tu7an yg ditetapkan

3. InCompatibilitas (ketidakcocokan)—TL dari dua subsistem terjadi konflik

4. Dominance ( kekuasaan)—TL pd subsistem digunakan lebih banyak dari sub sistem yg lain.

© Empat cara intervensi keperawatan agar TL adekuat :

1. Membatasi atau memberi batasan TL

2. Mempertahankan atau melindungi dari stressor negatif

3. Menghambat atau menekan respons yd tdk efektif

4. Memudahkan atau memberi pemeliharaan dan rangsangan

Untuk mendapatkan materi diatas silahkan klik Disini

Untuk Download seluruh askep silahkan klik

Incoming search terms:

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat telah diatur bagaimana cara memperoleh Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP).

Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP) adalah bukti tertulis yang diberikan kepada Perawat untuk melakukan praktik keperawatan secara perorangan dan/atau berkelompok.

Surat Tanda Registrasi (STR) adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenanga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai ketentuan perawaturan perundang-undangan.

Untuk memperoleh SIPP, Perawat harus mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota dengan melampirkan :

a. fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan dilegalisisr;

b. surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Ijin Praktik;

c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;

d. pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar; dan

e. rekomendasi dari Organisasi Profesi

Contoh surat permohonan SIPP

Perihal : Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP)

Kepada Yth,

Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota…………………

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama Lengkap : …

Alamat : …

Tempat, tanggal lahir : …

Jenis Kelamin : …

Tahun Lulusan : …

Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Praktik Perawat.

Sebagai pertimbangan terlampir:

a. fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan dilegalisisr;

b. surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Ijin Praktik;

c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;

d. pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar; dan

e. rekomendasi dari organisasi profesi

Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

…,…

Pemohon

Untuk mendapatkan askep silahkan klik

Incoming search terms:

Category: info kesehatan  Comments off

Saat ini isu tentang praktik mandiri keperawatan menjadi hal yang sangat ramai dibicarakan, tidak hanya oleh perawat namun juga masyarakat umum.  Hal ini muncul ketika kasus Misran muncul di permukaan. Misran adalah seorang mantri di Desa Kuala Samboja, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur yang dipidanakan karena memberikan obat golongan G kepada pasien. Kasus ini penuh dilematika. Namun apapun itu, fakta di lapangan memang demikian. RUU Keperawatan yang saat ini ditunggu, mungkin akan bisa menjadi solusi.

Akhir Januari 2010, Menteri Kesehatan Indonesia mengesahkan Permenkes Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat. Isi dari Permenkes ini antara lain tentang ketentuan praktik mandiri keperawatan, Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP), Surat Tanda Registrasi (STR), dan ketentuan tentang obat bebas dan obat bebas terbatas.

Untuk mengetahui isi dari Permenkes Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat ini, LIHAT DISINI

UNTUK MENDAPATKANNYA silahkan download dari link berikut : Klik Disini

(sumber dari http://www.keperawatan.net)

Incoming search terms:

A. DEFINISI

Pelayanan Kesehatan Primer / PHC adalah strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalah essensial bisa diraih, yang essensial dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya pada diri sendiri disertai partisipasi masyakarat dalam menentukan sesuatu tentang kesehatan.

Adalah Pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metoda dan tehnologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta deengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semanggat untuk hidup mandiri ( Self reliance ) dan menntukan nasib sendiri ( self Determination )

B. TINJAUAN SEJARAH

Gerakan PHC dimulai resmi pada tahun 1977, ketika sidang kesehatan WHO ke 30. Pada konferensi international 1978 di Alma Alta ( Uni Soviet) pada tanggal 12 September 1978, ditentukan bahwa tujuan agar menemukan titik temu dengan PHC. Resolusi dikenal dengan Health For All by the Year 2000 ( HFA 2000) atau sehat untuk semua di tahun 2000 adalah merupakan target resmi dari bangsa-bangsa yang tergabung dalam WHO.

Pada tahun 1981 setelah diidentifikasi tujuan kesehatan untuk semua dan startegi PHC untuk merealisasikan tujuan, WHO membuat indikator global untuk pemantauan dan evaluasi yang dicapai tentang sehat untuk semua pada tahun 1986. Indikator tersebut adalah :

1. Perkembangan sosial dan ekonomi

2. Penyediaan pelayanan kesehatan status kesehatan

3. Kesehatan sebagai objeck atau bagain dari perkembangan sosial ekonomi.

Pemimpin perawat yang menjadi kunci dalam mencetuskan usaha perawatan PHC adalah Dr. Amelia Mengny Maglacas pada tahun 1986.

C. KONSEP PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

Pelayanan kesehatan primer merupakan pelayanan kesehatan essensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dan keluarga di dalam masyarakat. Fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya dan merangkum berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan pola penyajian pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra dengan profesi dan ikut serta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik.

D. TUJUAN PHC

1. TUJUAN UMUM

Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.

2. TUJUAN KHUSUS

a. Pelayanan harus mencapai keseluruhan pendudukan yang dilayani

b. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani

c. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani

d. Pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

E. FUNGSI PHC

1. Pemeliharaan kesehatan

2. pencegahan penyakit

3. diagnosis dan pengobatan

4. pelayanan tindaj lanjut

5. pemberian sertifikat

F. TIGA UNSUR UTAMA PHC

1. Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan

2. melibatkan peran serta masyarakat

3. melibatkan kerjasama lintas sektoral

G. LIMA PRINSIP DASAR PHC

1. Pemerataan upaya kesehatan

2. Penekanan pada upaya preventif

3. Menggunakan tehnologi tepat guna

4. melibatkan peran serta masyarakat

5. Melibatkan kerjasama lintas sektoral

H. DELAPAN ELEMENT PHC

1. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya

2. Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi

3. Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar

4. Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana

5. Immuniasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama

6. Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat

7. Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa

8. Penyediaan obat-obat essensial

I. CIRI CIRI PHC

1. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat

2. Pelayanan yang menyeluruh

3. Pelayanan yang terorganisasi

4. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat

5. Pelayanan yang berkesinambungan

6. Pelayanan yang progresif

7. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga

8. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah wsatu aspek saja

J. TANGGUNG JAWAB PERAWAT DALAM PHC

1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan

2. Kerjasama dengan masyarakat, keluaraga dan individu

3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan tehnik asuhan diri sendiri pada masyarakat

4. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat.

5. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.

K. KESIMPULAN

1. PHC merupakan startegi untuk menyajikan pelayanan kesehatan essensial kepada masyarakat

2. Para petugas pada sistem PHC merupakan mitra dalam berbagai kegiatan bersama-sama dengan anggota masyarakat

3. PHC menandaskan pelayanan kesehatan yang terbayar, bisa dijangkau, tersedia dan bisa diterima

4. Pengkajian masyarakat, menentukan prioritas kesehatan. Implementasi aktifitas melaksanakan evaluasi merupakan aspek-aspek perawatan kesehatan masyarakat yang dipakai PHC

5. Menghimbau masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri, menyiapkan diri untuk mendapatkan kesempatan mekasanakan perawatan sendiri dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan dan sosial.

6. Memberikan penyuluhan kepada penduduk mengenai perkembangan kesehatan dan sosial untuk membantu diri mereka meraih perawatan mandiri, mengambil keputusan sewndiri dan mempercayai diri sendiri.

7. Target dari PHC adalah seluruh masyarakat dan bukan individu.

8. PHC Berbeda dengan pelayanan primer. Pelayanan primer merupakan komponen dari PHC

9. Para petugas kesehatan masyarakat berpartisipasi dalam implementasi PHC

10. TIM PHC terdiri dari perawat, dokter, gigi, apoteker, penyuluhan kesehatan, ahli sanitasi dan ahli diet.

11. Perawat yang efektif dari sistem PHC bekerja dekat dengan penduduk, masyarakat dengan sumber-sumebr dan dengan profesional-profesinal lain di masyarakat yang bersangkutan.

12. Perawat di tim PHC membutuhkan kepemimpinan yang disertai ketrampilan manajemen.

Untuk mendapatkan Judul diatas silahkan klik DISINI

Untuk mendapatkan semua askep di web ini silahkan

Incoming search terms:

Category: MATERI KOMUNITAS  Comments off